Lagi banyak event, wedding season jalan terus, brand activation makin sering tapi order kamu malah sepi? Tenang, ini bukan soal “pasar lagi jelek”. Justru seringnya masalah ada di internal vendor sendiri.
Realitanya pasar photobooth itu rame, tapi kompetisinya juga brutal. Jadi kalau kamu nggak kelihatan menonjol, ya gampang banget tenggelam.
Yuk kita bongkar satu per satu penyebab vendor photobooth sepi paling umum dan sering nggak disadari:
1. Branding Tidak Jelas
Ketika orang lihat Instagram kamu, tapi mereka bingung dengan layanan yang diberikan. Apakah ini Ini vendor murah, premium, fokus wedding, corporate atau ulang tahun?
Kalau positioning nggak jelas, calon klien juga nggak yakin. Sebagai solusinya kamu bisa menentukan identitas layanan apakah photobooth kamu ingin dikenal sebagai photobooth fun & playful atau photobooth premium & elegan.
2. Konten Biasa Aja
Konten merupakan senjata terbaik untuk mentrigger pikiran orang lain, semakin beda konten dan seru photobooth kamu maka akan semakin yakin untuk menggunakan layanan photobooth kamu.
Solusi yang bisa kamu terapkan adalah dengan mengupload konten hidup seperti video tamu ketawa, antrean panjang atau behind the scene yang seru. Dengan begitu, konten tersebut akan membuat orang mikir “Gue pengen booth kayak gini di acara gue.”
3. Terlalu Main Harga, Lupa Value
Kebanyakan vendor photobooth menawarkan harga secara langsung (hard selling) tanpa memperhatikan value yang akan didapatkan oleh klien. Sedangkan orang akan rela membayar lebih untuk experience, kualitas hasil dan pelayanan terbaik.
4. Respons Lambat
Di era sekarang, siapa cepat dia dapat. Yups itu menjadi slogan yang paling pas untuk diterapkan di informasi yang sangat cepat. Ketika kamu balas chat lama, follow up gk jelas bahkan mengabaikan hal krusial dari klien, jangan berharap mereka kembali untuk memakai jasa kamu.
Agar komunikasi tetap lancar, kamu bisa menggunakan trik berikut:
- Fast response (maksimal beberapa menit/jam)
- Gunakan template chat biar lebih cepat
- Jangan biarkan lead dingin
5. Penawaran Kurang Menarik
Terkadang kita langsung memberikan harga flat, tidak memberikan ruang kepada klien untuk melakukan pertimbangan dari value apa yang akan mereka dapatkan. Sebagai solusinya kamu bisa membuat beberapa penawaran sebagai berikut:
- Paket dengan bonus
- Limited slot
- Custom experience
Dengan memberikan pilihan, secara tidak langsung mereka akan bilang “Kalau nggak ambil sekarang, rugi.”
6. Minim Relasi & Kerjasama
Ada pepatah mengatakan “Networking is Number One”, ya kamu tidak salah dengar. Meski informasi bisa didapat dengan cepat, namun koneksi menjadi faktor utama penentu keberhasilan dalam suatu bisnis bahkan dalam semua bidang.
Banyak vendor terlalu fokus jualan langsung ke klien, padahal sumber order besar itu dari WO (Wedding Organizer), Event organizer dan Venue. Kalau kamu nggak punya koneksi, kamu kehilangan banyak peluang.
7. Nggak Berani Beda
Ini yang paling sering dilakukan oleh vendor photobooth, apalagi ketika kamu baru mulai di dunia photobooth. Ketika kamu menyediakan layanan yang sudah dipakai oleh vendor lain maka jangan harap bisa mendapatkan repeat order, bahkan kamu bisa dilupakan oleh klien.
Hal yang bisa dijadikan sebagai senjata sebagai pembeda baik dari sisi konsep, layanan maupun experience adalah dengan berani memberikan sesuatu yang wow dan unik.
Kalau pasar lagi ramai tapi kamu sepi, itu bukan nasib itu sinyal bahwa positioning perlu diperbaiki, cara jual perlu di-upgrade dan experience perlu ditingkatkan. Ingat, di bisnis photobooth yang menang bukan yang paling murah tapi yang paling “terasa beda” di mata klien.

Leave a Reply